VIVA – Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) terus beergerak untuk safari politik di Jawa Timur. Ditemani Ketua Umum Partai Idaman Rhoma Irama, Zulkifli sempat berdialog dengan tokoh Persaudaraan Alumni (PA) 212.

Dialog dengan alumni 212 ini dilakukan saat silaturahmi ke Pondok Pesantren Sidogiri Pasuruan, Jum'at, 1 Februari 2019. Tak hanya alumni 212, namun juga tokoh agama dan ratusan santri ikut hadir.

Zulkifli menyerukan tokoh alumni 212 dan pemuka agama di Pasuruan agar bisa aktif mewujudkan Pemilu 2019 yang damai. Alumni 212 dinilai punya peranan untuk mendukung pemilu yang bermartabat. Hal ini penting mengingat Pemilu 2019 digelar serentak antara pileg dan pilpres.

"Hampir dalam setiap kunjungan ke daerah saya selalu kampanyekan pemilu damai. Di tahun politik perbedaan pilihan adalah hal biasa jangan jadikan perpecahan. Pilihan boleh beda, merah putih kita sama," kata Zulkifli dalam keterangan resminya.

Zulkifli juga menambahkan jangan sampai perbedaan pilihan politik justru membuat rakyat Indonesia terpolarisasi dalam dua kubu. Kata dia, semua pihak seperti alumni 212 hingga santri harus menjadi pendukung mewujudkan pemilu yang bermartabat.

"Menjadi pelopor pemilu yang damai dan berkualitas. Pemilu yang berikan kita pemimpin terbaik," ujarnya

Acara ini dihadiri Ketua Umum Persaudaraan Alumni (PA) 212 Slamet Ma'arif dan juga tokoh lain seperti Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama, Yusuf Martak.

Sebelum di Pasuruan, Zulkifli dan Rhoma serta elite PAN juga sudah safari politik ke Gresik, Probolinggo, Tuban, Bangkalan, hingga Surabaya.

Sementara, Rhoma Irama menyatakan alasan bersedia menemani Zulkifli karena komitmen Idaman yang mendukung total PAN di Pemilu 2019. Sebab, Partai Idaman gagal lolos verifikasi faktual menjadi peserta pemilu.

“Partai Idaman sudah bergabung bersama PAN di Pemilu 2019. Saya hadir bersama Pak Zulkifli Hasan keliling Jawa Timur adalah untuk mendukung PAN di Pemilu 2019,” ujar Rhoma.