DALAM kondisi kepepet, Rini, 30, merelakan suaminya punya WIL. Maka ketika Turiyo, 34, suaminya makin kebablasan, doa Rini adalah: boleh saja ditinggal selingkuh, asalkan tidak ditinggal mati. Tapi Allah berkehendak lain. Turiyo justru tewas ketika mobilnya terjun ke jurang bersama WIL-nya.

Jangan sia-siakan istri. Sebab di samping memberi nikmat kata-katanya juga bisa bikin kuwalat. Jika pinjam istilahnya Ahok, “Gusti Allah ora sare.” Suami yang menyia-nyiakan istri bisa kena bala akibat ucapan istri. Orang Jawa bilang: malati! Artinya bisa bikin kualat seperti buah mete, kepalanya di bawah. Jambu mete kualat karena berani sama jambu kluthuk!

Adalah Turiyo, warga  Kecamatan Randublatung, Blora (Jateng). Dalam usia muda dia sudah sukses sebagai pemborong. Itu bisa dilihat dari mobil Honda CRV miliknya yang keluaran terbaru. Maklumlah, sebagai pemborong asal mutu bangunannya bagus dan pasang harga tak terlalu mahal, pasti banyak yang mau kasih proyek.

Tapi rupanya Turiyo sebagai lelaki muda tak kuat drajat. Baru bisa ngliwet kenthel sithik (baca: rejeki  meningkat) mulai tergoda wanita lain. Diam-diam dia tertarik penyanyi karaoke, Dianing, 26, yang memang cantik, seksi alias sekel nan cemekel. Pokoknya nih, punya bini seperti Dianing di rumah maunya sarungan melulu.

Di era gombalisasi ini, pepatah witing tresna merga kulina sudah dimodifikasi menjadi witing tresna merga atusan lima. Begitu pula dengan Dianing, ketika Turiyo mepet terus ke dirinya dan duitnya moprol (royal), akhirnya dia bertekuk lutut dan berbuka paha juga untuk Mas Turiyo sang pemborong.

Di sela-sela kesibukannya sebagai kontraktor, Turiyo suka mengajak Dianing ke hotel, sekedar berkoalisi yang dilanjutkan dengan eksekusi. Tapi sial, sekali waktu kwitansi masuk hotel Mojosemi di Magetan ketahuan istrinya. Marahlah sudah tentu, karena cinta suami dibagi-bagi macam sembako.

Sebagai istri yang bijak, Rini hanya marah dan menasihati untuk tidak selingkuh lagi. Tapi rupanya Turiyo kadung kesengsem pada Dianing, sehingga met zonder nasihat istri, selingkuh jalan terus. Lagi-lagi sebagai istri penyabar, Rini hanya berdoa, “Ditinggal selingkuh nggak papa, yang penting jangan ditinggal mati.”

Rupanya omongan Rini mandi seperti wali. Sehari setelah ngomong begitu, ada kabar dari polisi bahwa suaminya tewas kecelakaan di daerah Sarangan, Magetan. Mobilnya masuk jurang, dan WIL-nya kejepit dalam mobil. Tentu saja Rini hanya bisa meratapi jenazah suaminya. “Seandainya tak punya WIL, takkan begini jadinya”, ratapnya dalam kepiluan.

Sebagaimana keterangan polisi, mobil yang dikendarai Dianing dari arah Sarangan berjalan ngebut. Agaknya tak menguasai medan, sehingga masuk jurang sedalam 200 meter di Desa Dadi Kecamatan Plaosan. Turiyo terlempar dari mobil dan tewas, sementara Dianing yang asal Ngawi itu terjepit dalam kemudi menderita luka berat.

Kualat kan, habis jepit-jepitan kena jepit kemudi. (SM/Gunarso TS)