CINTA itu bikin lelaki rela berkorban. Lihat saja kelakuan Sapriadi, 40, dari Kediri (Jatim) ini. Ketika WIL kirim SMS ngajak ketemu di hutan malam hari, Sapriadi nekat datang juga. Padahal itu pancingan dari suaminya. Maka begitu dia masuk hutan, langsung disambut dengan sabetan clurit. Ya wasalamlah…….

Kata ahli, jatuh cinta pada lawan jenisnya membuat orang mau berkorban apa saja. Jangankan hanya harta, nyawapun siap diberikan asal si doi bahagia. Dan pakar cinta yang lain menyebutkan, siapa sedang jatuh cinta akan menjadi penyair. Tapi dalam politik, orang bisa mendadak jadi penyair handal gara-gara membenci presiden. Apa pun dijadikan sajak, asal kepuasan batin terpenuhi.

Sapriadi warga Grogol Kediri, memang sedang kasmaran pada Titik, 30, tetangga sendiri. Sayangnya, perempuan yang dicintai itu sudah merupakan “kendaraan” pribadi Wahono, 34. Memangnya di Kediri sudah tak ada perempuan lain? Ya banyak sih, bahkan stok melimpah sampai Natalan dan Tahun Baru. Tapi namanya cinta kan sering di luar nalar.

Dan Sapriadi memang punya prinsip, biarpun Titik istri orang, sepanjang dia mau menerima cintanya, tak masalah. Cinta kan bukan benda padat, yang takkan makan tempat di dada Titik bila memuat dua cinta sekaligus, ya cinta suami, ya cinta lelaki tetangga. Dan bagi Sapriadi, cinta yang nyolong-nyolong itu justru punya daya sensasi demikian tinggi. Bandingkan, mangga beli dengan mangga mbandhil milik tetangga, pasti enakan mangga colongan!

Kisah cinta antara Titik-Sapriadi sudah berlangsung beberapa bulan. Dalam tempo yang tidak terlalu lama itu sudah sering terjadi pelepasan “aset”, dari Titik kepada Sapriadi. Dua-duanya sama puas dan menikmati, meski eksekusinya tak selalu di hotel maupun rumah pribadi Titik. Bahkan di hutan pun bisa dilakukan, disaksikan kalangan monyet dan burung-burung.

Namanya juga bukan barang halal, lama-lama ketahuan juga oleh suami Titik. Wahono bukan menangkap basah ketika keduanya kencan, melainkan hanya dari SMS-SMS di HP istrinya. Tentu saja dia marah. Tapi Wahono tak mau menyelesaikan secara hukum di kepolisian, justru akan diselesaikan dengan caranya sendiri.

Dengan HP istrinya dia kirim SMS ke Sapriadi, untuk kencan malam ini di hutan seperti biasanya. Membaca SMS itu Sapriadi sama sekali tak curiga bahwa pengirimnya orang lain. Karena yang mengajak kencan Titik, biar di dalam hutan malam hari, sama sekali Sapriadi tidak takut. Padahal hutan itu di malam hari kan gudangnya gendruwo dan sontoloyo. “Nggak ada gendruwo nggak ada sontoloyo, karena mereka sedang ikut kampanye pilpres,” kata Sapriadi membesarkan hatinya sendiri.

Dengan senjata senter baterai tiga, Sapriadi segera menerobos ke dalam hutan. Tapi yang muncul bukan Titik, melainkan Wahono. Tiba-tiba saja celurit diayunkan ke tubuhnya. Tak sempat lagi mengelak, Sapriadi pun tewas mandi darah. Mayatnya ditemukan siang hari berikutnya. Berdasarkan bukti-bukti di TKP, Wahono pun ditangkap. “Dia saya pancing, ternyata kena juga.” Kata Wahono di depan polisi.

Umpannya apa Mas, cacing apa capung? (Gunarso TS)