TITIPAN itu amanat, maka harus dijaga. Tapi Samsidi, 40, dari Probolinggo (Jatim) ini malah memanfaatkan amanat. Diminta menjaga WIL temannya, Rahmadi, 35, karena bertetangga, kok malah dikencani sendiri. Keruan saja Samsidi ngamuk, Rahmadi dibabat clurit sampai luka berat.

Titipan uang, jika disimpan di bank, pastilah aman. Tapi jika yang dititipkan adalah wanita cantik WIL alias selingkuhan, bagaimana harus menjaga? Dibiarkan nganggur, bisa bikin “si imin” bergejolak. Tapi jika dipakai sendiri, sama saja mengkhianati amanat. Kalau tak ketahuan, tak jadi masalah. Tapi jika sampai ketahuan pemilik barang, nyawa menjadi taruhannya.

Rahmadi warga Probolinggo, meski usia masih kepala tiga, ternyata doyan WIL juga. Sebab kata dia, WIL bisa bikin stroke untuk lelaki usia 50 tahun ke atas. Kalau usia di bawah kepala tiga, punya WIL tak jadi masalah, jarang disamperin stroke. Maka bagi lelaki oversek (lebih dari 50 tahun), punya WIL harus dinetralisir dengan makan bawang merah atau mentimun.

“Aset” tersembunyi Rahmadi tinggal di rumah kos-kosan. Ternyata tetangga rumah kos yang ditinggali Mulyani, 30, itu justru kediaman sahabatnya, Samsidi. Rahmadi pernah kepergok Samsidi jalan bareng dengan WIL-nya. Kepalang basah, Rahmadi malah titip sekalian untuk menjaganya, siapa tahu Mulyani punya selingkuhan yang lain.

“Tenang, amanatmu akan saya jaga secara konsekuen. Akan aku awasi agar Mulyani tak berpaling pada lelaki lain,” begitu Samsidi memberikan garansi. Namanya juga bertetangga dan sudah saling kenal, tentu saja Samsidi lebih mudah mendekati dan mengawasi Mulyani.

Ternyata, seringnya Samsidi ngobrol bersama Mulyani, jusrtu bikin sang WIL tertarik pada Samsidi. Namanya rejeki, Samsidi pantang menolaknya. Bukankah para motoivator selalu mengatakan, kesempatan itu tak pernah datang dua kali. Maka di kala ada kesempatan, sikat saja Bleh…….

Begitulah, karena sudah sama-sama cocok, Mulyani mau saja ketika Samsidi minta ada pelepasan aset, sebagai bukti cinta mereka yang klop, tidak bertepuk sebelah tangan. Mulyani sama sekali tak keberatan, sehingga dia melayani Samsidi sambil merem melek.

Lama-lama ketahuan juga. Kecurigaan muncul ketika Rahmadi datang, justru WIL tak di rumah kos-kosan, padahal dia sudah siap menggelar pertempuran. Samsidi beralasan Mulyani baru pergi ke pasar. Anehnya, sekelebat dia melihat Mulyani ada di rumah Samsidi. Apa orang pergi ke pasar kepalanya bisa ditinggal? Lha nanti nyambung atau ngelasnya itu kepala bagaimana.

Yakin Samsidi sengaja menyembunyikan WIL-nya, dia jadi marah campur cemburu. Bagaimana tak cemburu, saat melihat Mulyani kepala doang, tampak rambutnya sedang keramas. Berarti baru saja WIL-nya berhubungan intim dengan Samsidi. “Kurang ajar, diminta jadi pagar kok malah makan tanaman”, maki Rahmadi.

Buru-buru dia mencari clurit. Begitu ketemu lewat toko bangunan, Samsidi langsung dihampiri dan dibacok secara membabi buta. Tak ayal pengkhianat amanat itu tumbang dan luka berat. Dia dilarikan ke rumah sakit sementara Rahmadi ditangkap. “Saya kalap melihat Mulyani keramas di rumah Samsidi.” Kata Rahmadi saat diperiksa.

Belum tentu keramas, siapa tahu habis kecebur selokan. (*/Gunarso TS)