DEPOK – Pemerintahan Kota Depok ikut berbela sungkawa atas meninggalnya dr. Ibnu Hantoro, warga Kompleks Pelni Blok C1/5, Kelurahan Baktijaya, Sukmajaya, Depok, Jawa Barat korban jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 di perairan Utara Kerawang.

Isak tangis keluarga besar almarhum terjadi saat peti jenazah akan dibawa ke Masjid Nurul Iman, Kompleks Pelni untuk disalatkan dan dimakamkan di Pondok Rangon, Jakarta Timur, Kamis (8/11/2018).

Tampak ikuti pensalatkan almarhum dr. Ibnu Hantoro, Kepala Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan (PPSDM), Usman Sumantri didampingi Walikota Depok Muhammad Idris yang datang ke rumah duka untuk berbelasungkawa.

“Atas nama seluruh keluarga besar di lingkungan Kementerian Kesehatan RI termasuk Ibu Menteri Kesehatan RI yang tidak dapat hadir mengucapkan belasungkawa pada keluarga Ibnu Hantoro. Semoga almarhum mendapatkan pahala yang setimpal karena pengabdiannya selama ini,” kata Kepala PPSDM Kementeri Kesehatan, Usman Sumantri.

Menurut dia, Ibnu Hantoro adalah dokter muda spesialis yang melakukan pengabdian ke Bangka Belitung karena almarhum dr. Ibnu masih berstatus sebagai dokter Rumah Sakit Dharmais

“Pengabdiannya berakhir di Februari 2019 mendatang dan akan kembali menjadi dokter di RS Dharmais namun beliau menjalankan tugas negaranya melakukan pengabdian. Semoga almarhum diterima di sisi Allah sebaik-baiknya,” ujarnya.

Walikota Depok, Mohammad Idris, mengatakan bahwa jajaran Pemkot Depok dan masyarakat Depok menyampaikan rasa bela sungkawanya pada keluarga Ibnu yang sedalam-dalamnya.
“Semoga korban jatuhnya pesawat Lion Air yang meninggal dunia diterima di sisi Nya untuk keluarga diberikan keikhlasan dan ketabahan,” imbuhnya. (anton/b)