NYAMAN betul hidup Bang Samin, 40, dari Pondok Pinang (Jaksel) ini. Pekerjaan pokoknya berjualan obat-obatan herbal. Tapi jika ada peluang, doyan juga berburu alat vital. Sejumlah wanita telah digauli dan dicabuli dengan alasan mengusir gendruwo dalam tubuhnya. Padahal sesungguhnya, sang gendruwo itu justru Bang Samin sendiri.

Dalam kepercayaan masyarakat lama yang hingga kini masih banyak juga yang meyakini, gendruwo itu makhluk halus yang suka tinggal di pohon gede randu alas. Dia tinggal di situ kemungkinan karena tak mungkin dapat rumah lapis DPnol rupiah yang jadi program Gubernur DKI. Yang mengerikan bagi yang mempercayainya, gendruwo ini suka menduplikasi diri nyamar jadi orang, lalu menggauli wanita cantik. Si korban melayani saja, karena sigendruwo menyamar sebagai suaminya.

Nah, Bang Samin yang dikenal sebagai paranormal di bilangan Pondok Pinang, mencoba mengeksploitir kepercayaan masyarakat itu. Sambil berjualan obat-obatan herbal, dia suka menerapi calon pembelinya, yang selalu dikaitkan dengan gendruwo. Katanya begini begitu, ujungnya sang konsumen diajak begituan.

Yang menarik, istri Bang Samin tahu kelakuan suami, tapi tidak juga cemburu. Dia biarkan saja suaminya melakukan hal-hal menyimpang dalam praktek perdukunan, yang penting keduanya sama-sama ikhlas menjalani. Keiklasan pasien tak diketahui pasti, tapi Bang Samin ikhlas sekali karena memang juga mengasyikkan.

Salah satu korbannya Ny. Ut, 35, awalnya dia ke rumah dukun Samin untuk mencari obat-obatan herbal, agar penyakitnya cepat sembuh tanpa berurusan dengan BPJS Kesehatan (baca: dirawat di RS). Tapi melihat penampilan konsumennya yang menggamit rasa merangsang pandang, Bang Samin justru menyarankan terapi saja. Sebab sumber penyakit itu karena ada makhluk gaib yang menempel dalam tubuhnya. Bentuknya gendruwo.

Tentu saja Ny. Ut  kaget dan takut, sebab selama ini yang diketahui hanya singkong gendruwo atau bakso gendruwo yang justru enak dimakan. Lalu dia bertanya bagaimana terapi untuk mengusir gendruwo tersebut harus enyah dari tubuhnya.  Kata Bang Samin, karena gendruwo itu sudah bercokol menutupi pintu rejeki Ny. Utami, harus diambil lewat persetubuhan.

Entah kenapa, Ny. Ut  percaya saja pada bualan dukun Bang Samin. Maka pada tengah malam pukul 02.00 dini hari itu, terjadilah prosesi penyedotan gendruwo dari tubuh Ny. Ut. Selesai “terapi” dikatakan bahwa sigendruwo sudah pergi, berhasil diusirnya tanpa ganti rugi apalagi mengadu ke Komnas HAM atawa Ombudsman. Pokoknya sama-sama ikhlas, sama-sama puas.

Yang puas sesungguhnya hanyalah si dukun cabul itu sendiri. Tidak dengan Ny. Ut. Sebab setelah sedot gendruwo dari tubuhnya, gangguan penyakit dalam tubuhnya tetap saja tak menurun. Yakin bahwa telah dikadali dukun cabul dari Pondok Pinang ini,  belum lama ini dia melapor kepolisi.

Bang Samin pun ditangkap. Dalam pemeriksaan terungkap, sudah ada sejumlah pasien yang digauli bang Samin, ada juga yang sekedar dicabuli, diraba-raba dan dicocol-cocol. Tapi yang lain memilih diam saja karena kadung malu. Beda dengan Ny. Ut, penyedotan gendruwo itu dilaporkan dan terbongkarlah skandal  Bang Samin.

Untung sedot gendruwo, kalau sedot lemak jadi viral tuh! (TC/Gunarso TS)