BOGOR – Hujan deras yang melanda wilayah Puncak Bogor Jawa Barat Sabtu (10/11/2018), selain membuat rumah terendam banjir, juga mengakibatkan pohon tumbang serta naiknya debit air Katulampa yang berpotensi Jakarta banjir.

Ratusan rumah terendam banjir setinggi satu meter di Kampung Bantarjati Kaum, Kelurahan Bantarjati, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor.

Banjir dipicu hujan deras sejak sore hingga malam yang mengakibatkan tebing setinggi 7 meter longsor. Akibatnya, aliran air Sungai Cibagolo meluap dan merendam rumah warga di sana.
Pengakuan Sudrajat (40) kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 18.00 WIB.

“Awalnya kami pikir aman karena banjir sempat surut, namun tak berselang lama banjir kembali terjadi hingga akibat longsor di tebing. Kami sudah menghubungi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor. Namun hingga malam hari, belum ada satu pun petugas yang datang ke lokasi.

“Ketinggian air yang masuk ke rumah warga setinggi satu meter,”kata Sudrajat.

Hamdani selaku Ketua RW setempat mengaku, wilayahnya kerap banjir jika hujan deras turun.
“Sungai Cibagolo sudah sangat dangkal sehingga diperlukan normalisasi,”ujar Hamdani.

Hujan deras yang mengguyur Bogor sejak Sabtu (10/11) siang, juga menyebabkan pohon tumbang di jalur Puncak, tepatnya di Gadog, Kecamatan Ciawi. Selain pohon, bambu juga ikut longsor ke jalan.

Kejadian alam ini terjadi sekitar pukul 15.00 WIB. Akibat kejadian ini, arus lalu lintas terganggu di jalur Puncak di sekitar lokasi di Jalan Raya Ciawi Kampung Pandan Sari, Desa Gadog, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor.

Upaya Dinas Damkar Kabupaten Bogor dan Polsek Ciawi, arus lalu lintas kembali lancar sekitar pukul 17.00 WIB.

Curah hujan yang tinggi akibatkan debit air sungai Cisadane di Jembatan Panaragan, Jalan Veteran, Bogor Tengah, Kota Bogor naik mencapai 175 Cm.

Hingga pukul 17.40 WIB, air mengalir deras di Jembatan Panaragan hingga ketinggian air hampir mengenai pemukiman warga.

Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), anggota Bhabinsa dan petugas PMI melakukan pemantauan di lokasi.

Keberadaan petugas gabungan dilokasi, karena aliran air sungai membuat kabel listrik dan PLN terancam putus. Tiang penyangga kabel yang terkena longsor terancam ambruk.

“Alhamdulillah, debit air terlihat menurun. Ketinggian 175 Cm sudah turun,”paparnya.

Selain itu, akibat derasnya hujan, akibatkan longsor di Cigombong, Kabupaten Bogor. Kejadian ini membuat perjalanan kereta api Pangrango rute Bogor-Sukabumi sempat mengalami gangguan.

“Akibat longsor yang menimpa rel, Kereta Pangrango dari Bogor sempat tertahan di Stasiun Maseng,” kata Senior Manager Humas PT. KAI Daop 1, Edy Kuswoyo sambil menambahkan, longsor terjadi sekitar pukul 13.35 WIB.

Edy menjelaskan, longsor berada di jalur Cigombong Cicurug Km 20+0/1 dan 19+8/9.
“Petugas kami langsung kelokasi guna membersihkan jalur. Satu jam petugas membersihkan jalur KA dari longsoran.

Kereta sudah beroperasi normal. Masyarakat besok bisa menggunakan jasa kereta untuk ke Bogor atau sebaliknya,” paparnya. (yopi/b)