KARYONO, 40, memang lelaki terlalu berani. Lihat ada istri tetangga jinak-jinak merpati, langsung saja ditubruknya. Yang kasihan adalah Winoto, 44, telepon istri katanya sedang di Tulungagung, begitu dicek malah ditemukan istrinya bersama Karyono di hotel. Maka tetangga celamitan itu dilaporkan ke polisi.

Bagi lelaki jeli, sebetulnya ada saja tetangga sekitar rumah, emak-emak yang jinak-jinak merpati. Maksudnya, suka memberi peluang atau kasih angin pada lelaki tetangga yang suka menggoda. Kuncinya adalah, kuat mana iman sama “si imin”. Jika kuat iman, selamatlah rumahtangga kedua belah pihak. Jika yang kuat “si imin”, ya tunggu saja….akhirnya skandal itu akan menjadi viral antar tetangga.

Ninuk, 36, warga Kota, Batu Malang (Jatim) termasuk wanita cantik di kelasnya. Pembawaanya yang ramah, termasuk ora nolak dijamah, membuat lelaki tetangga jadi GR. “Kalau saya mau, pasti satu putaran langsung kena.” Kata warga sekitarnya. Tapi orang itu sadar, kencani bini tetangga sama saja berak di halaman rumah sendiri. Maka karena iman lebih kuat, godaan Ninuk tak menjadikan dia terjerumus ke dalam sarung.

Tapi beda dengan Karyono. Melihat lenggang-lenggok Ninuk yang seperti babon memeti (ayam mau bertelur), tanpa pikir panjang diladeni. Alasannya, mumpung ada rejeki nomplok, masak ditolak. Orang bijak pun mengatakan, “Kesempatan itu datang hanya sekali.” Jadi jika kesempatan itu pas ada, ya mustinya langsung disikat saja. Tahun depan belum tentu ada lagi.

Peluang untuk itu memang sangat terbuka, sebab suami Ninuk bekerja sampai sore hari. Nah, di zona aman itulah Karyono suka masuk, menemui bini Winoto. Awalnya ngobrol biasa saja, tapi lama-lama menjurus. “Main kata-kata bersama Ninuk memang mengasyikkan, apa lagi main ke luar kota,” kata batin Karyono.

Diajak jalan-jalan ke Tulungagung, ternyata Ninuk tidak keberatan. Maka di kala suami pas di kantor, justru Rama-Sinta dari Batu Malang itu menuju ke kota rokok Reca Pentung. Apa lagi “pentungan” Karyono memang sudah kadung mengerucut, sehingga segala resiko apapun terkesampingkan.

Di Tulungagung keduanya masuk ke hotel, mereguk kenikmatan badani. Karyono sungguh tak menyangka, Ninuk yang nampaknya jinak-jinak merpati, ditubruk tanpa umpan gabah langsung mau saja. Maka namanya juga burung merpati, keduanya langsung wokkk wokkk ketekurrrrr, wokkk wokkk ketekurrrrr……. Kemudian giring templek (baca: kawin).

Enak bagi Ninukan PIL tetangga sendiri, enek –kalau tahu– bagi Winoto. Sebab ketika dia tiba di rumah, ternyata istrinya tak ada di tempat. Di telepon dari seberang ada jawaban bahwa sedang ke Tulungagung, ada keperluan mendadak ke rumah famili. Tapi ndilalah kersaning Allah, ada tetangga yang kasih laporan. “Hoax itu Mas, saya sepintar melihat Mbak Ninuk ada di hotel sama Mas anu……” ujar sang informan berbisik-bisik, tapi menyebut sebuah nama lelaki tetangga.

Buru-buru Winoto memburunya. Memang betul, Ninuk ada di hotel itu. Paling bikin dada menyesak, istrinya seranjang bersama Karyono. Meski tidak dalam posisi berbuat, tapi sudah tahulah apa yang terjadi di balik kamar hotel itu. Winoto pun lapor polisi bahwa bininya telah dizinai oleh tetangga sendiri.

Kayak sepeda saja, bini tetangga dipinjam pula. (FN/Gunarso TS)