JAKARTA – Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita, mengungkapkan keprihatinannya terhadap komoditas kelapa sawit Indonesia yang masih terdampak kampanye negatif terkait isu kesehatan, lingkungan, dan pembangunan berkelanjutan.

“Untuk meningkatkan ekspor komoditas kelapa sawit, kita harus mampu menciptakan kebutuhan dan membuka pasar ekspor di mancanegara. Kuncinya adalah melalui investasi riset dan pengembangan kelapa sawit,” ujar kader Partai Nasdem itu, Sabtu (10/11/2018).

Caranya, ia menjelaskan, investasi riset & pengembangan kelapa sawit untuk menciptakan produk minyak sawit yang diperlukan oleh industri dan pengguna mancanegara. Alasannya, konsumen kini adalah konsumen terdidik dan memiliki kesadaran tinggi tentang lingkungan hidup sehingga membutuhkan produk yang lebih sehat, lebih aman, dan ramah lingkungan.

Dicontohkannya, investasi riset menciptakan produk minyak sawit dalam kontribusi bagi biofuel generasi kedua berkelanjutan. Selain pengembangan riset atas dampak minyak sawit terhadap kesehatan, bioavtur serta berpartisipasi aktif dalam Kelompok Pengguna Bahan Bakar Aviasi yang berkelanjutan (SAFUG) dan asosiasi organisasi sektor industri kelapa sawit (Roundtable for Sustainable Biofuels/RSB).

“Minyak kelapa sawit telah memiliki peran penting dalam bidang ekonomi terkait ketersediaan lapangan pekerjaan serta pengentasan kemiskinan, yang juga saya paparkan saat Konferensi Minyak Kelapa Sawit Indonesia (IPOC) 2018 di Bali,” ujar Mendag. (rinaldi/tri)