TURKI – Jasad Jamal Khashoggi disebut tidak akan bisa ditemukan selamanya karena diduga  dimusnahkan dengan dilarutkan cairan asam dan dibuang  dibuang di selokan Konsulat Arab Saudi, Istanbul.

 Diberitakan AFP, laporan ini disampaikan oleh koran Turki Daily Sabahyang mendapatkan informasi dari sumber rahasia, Sabtu (10/11). Penyidik sebelumnya menemukan residu cairan asam ketika memeriksa selokan di Konsulat Saudi.

Hal ini menguatkan dugaan penyidik kalau jasad Khashoggi telah dimusnahkan dengan cara dilarutkan asam, lalu dituangkan begitu saja ke selokan yang mengalir. Hipotesis ini sejalan dengan laporan pejabat Turki sebelumnya soal kedatangan ahli kimia dan racun dari Saudi.

Pejabat Turki kepada Daily Sabahmengatakan, pekan lalu  Saudi mengirim tim yang beranggotakan ahli kimia Ahmad Abdulaziz al-Janobi dan ahli racun Khaled Yahya al-Zahrani untuk menyelidiki pembunuhan tersebut.

Koran Turki itu menuliskan, dua ahli ini mendatangi Konsulat setiap hari antara 11-17 Oktober. Saudi baru memperbolehkan polisi Turki masuk ke Konsulat pada 15 Oktober.

 Kematian Khashoggi pada 2 Oktober di Konsulat Saudi masih jadi misteri besar. Saudi berulang kali mengubah keterangan soal Khashoggi hingga akhirnya jurnalis pengkritik kerajaan itu diakui dibunuh dengan terencana.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menuding pejabat tinggi Saudi terlibat dalam pembunuhan Khashoggi, tapi yang jelas bukan Raja Salman. Tudingan lantas mengarah kepada Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman.

Tunangan Khashoggi Hatice Cengiz di akun Twitternya menyatakan kepedihannya mendengar laporan jasad kekasihnya tidak akan bisa ditemukan dan dimakamkan dengan layak.

“Saya tidak mampu menggambarkan kepedihan saya mendengar soal pemusnahan jasadmu Jamal! Mereka membunuhmu dan memutilasi tubuhmu, membuat saya dan keluargamu tidak mampu menyalatkanmu dan menguburkanmu di Madinah seperti permintaanmu,” kata Cengiz di akun Twitternya.

“Apakah pembunuhmu dan otaknya itu manusia?” lanjut dia.(*tri)