JAKARTA – Badan SAR Nasional telah memutuskan untuk menghentikan pencarian penumpang pesawat Lion Air PK LQP dengan nomor penerbangan JT 610 yang jatuh di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat, pada Senin (29/10/2018) lalu.

Namun tim Disater Victim Identification (DVI) memastikan  proses identifikasi terus berlanjut. “(Proses identifikasi) masih terus berlanjut,” ujar DVI Commander Kombes Pol. Lisda Cancer, Minggu (11/11/2018).

Ia menjelaskan, selama body part dari penumpang masih ada di posko Postmortem, maka proses identifikasi juga akan terus berlanjut. Sehingga, para keluarga penumpang pun tak perlu khawatir dengan berhentinya operasi pencarian tersebut.

Dari 189 penumpang, sebanyak 79 penumpang telah teridentifikasi oleh tim DVI RS Polri hingga Sabtu (10/11/2018) lalu, terdiri dari 59 laki-laki dan 20 perempuan. Empat di antaranya merupakan satu keluarga yang terdiri dari orang tua, Daniel Suharja Wijaya (30) dan Resti Amelia (27), serta dua anak laki-laki, Radhika Widjaya (4) dan Rafezha Widjaya (1 tahun 9 bulan).

Sebelumnya diketahui, pesawat Boeing 737 MAX 8 yang dioperasikan oleh PT. Lion Mentari Airlines (Lion Air) sebagai penerbangan JT-610 dari Bandar Udara Internasional Soekarno Hatta, Jakarta menuju Bandar Udara Depati Amir, Pangkal Pinang, dinyatakan jatuh di perairan Tanjung Pakis Karawang, Jawa Barat, pada Senin (29/10/2018) pukul 10.00 WIB oleh BASARNAS.

Pesawat JT-610 ini berangkat dari Bandara Internasional Soekarno Hatta pukul 06.20 WIB, namun tak lama berselang, pukul 06.33 WIB pesawat tersebut hilang kontak dengan Jakarta Control. Di dalam pesawat tersebut terdapat 189 orang yang terdiri dari dua pilot, lima awak kabin, dan 181 penumpang. (cw2/tri)