BIAR perawat sekalipun, bisa tega anak gara-gara urusan syahwat. Ny. Irawati, 40, ngaku tak bisa jemput anak, karena  sibuk urus pasien di rumah sakit  di  Tulungagung (Jatim). Saat dilacak suami pakai GPS, eh….ternyata perawat itu malah bersama PIL mengumbar syahwat di rumah kok-kosan sampai ngos-ngosan!

Gadis kerudung putih, kata penyanyi Retno dan Lilis Suryani, adalah sosok wanita yang setia merawat pasien. Dalam lagu lama tahun 1964-an berjudul “Berpisah di RS Sint Carolus”, penggalan liriknya antara lain disebut: betapa sedih dan duka hatiku, selama ini yang merawat sakitku….walau kini aku akan pergi jauh, namun hatiku slalu padanya. Pendek kata sampai habis lagu itu isinya adalah kenangan seorang pasien pria pada perawat yang telah merebut hatinya.

Mungkin Hadianto, 45, sekitar 20 tahun lalu kenal Irawati juga saat menjadi pasien di sebuah rumah sakit, sementara Irawati si gadis kerudung putih yang merawatnya. Tapi kenangan indah itu kini terhapus, sudah berubah menjadi makian khas Jatim. Soalnya, istri yang sudah punya beberapa anak ini malah bermain mata dengan lelaki lain, yang di jaman now disebut PIL, meski tak ada hubungannya dengan farmasi dan apotek.

Warga, Tulungagung (Jatim) ini setelah menikah dengan Irawati, dikarunai beberapa anak. Salah satu anak bungsunya masih usia SD, sehingga setiap hari harus diantar-jemput orangtuanya. Setiap pulang kerja dari  rumah sakit  tempatnya  kerja, Irawati selalu rajin menjemput anaknya tersebut.

Tapi beberapa hari lalu dia kirim WA ke suaminya, Hadianto, bahwa hari ini tak bisa jemput anak karena kesibukan di RS. Sebetulnya suami bisa memaklumi, sehingga dia mengalah gantian menjemput si Upik. Tapi saat dia menyempatkan mampir ke RS untuk sekalian mengajak pulang bareng, ternyata Irawati tak ada di RS. Ke mana dia?

Melalui pelacakan GPS di HP, diketahui bahwa istri malah yak-yakan ke Kedungwaru segala. Di sebuah rumah kos-kosan, tampak sepeda motor istrinya ada di sana. Tanya kanan kiri diketahui bahwa benar tadi ada seorang pria wanita masuk ke dalam, dengan ciri-ciri mengarah ke Irawati istrinya.

Yakin bahwa istrinya bermain serong, Hadianto lalu menghubungi Pak RT setempat untuk menyaksikan sekaligus menemani dia mengadakan penggerebekan. Sebetulnya Pak RT tak mau tahu urusan pribadi seseorang. Tapi karena ini merupakan tindakan asusila di wilayahnya, dia sebagai RT merasa ikut bertanggungjawab.

Begitu digerebek, memang benar ditemukan Irawati dengan seorang lelaki yang sama-sama pegawai rumah sakit. Maunya si Arief Uyuhono, 40,  yang mengencani Irawati, kasusnya supaya diselesaikan di tingkat RT saja, mengingat ini menjelang Pemilu.Bukankah pemerintah selalu mengingatkan, bila situasi kondusif pastilah pesta demokrasi itu dilaksanakan dengan gembira.

Hadianto tak mau cara-cara itu, sebab itu sekedar usaha cari selamat setelah mengejar rasa nikmat, padahal maunya Hadianto, karier si PIL harus tamat. Maka permintaan Arief Uyuhono yang telah “nguyuhi” istrinya itu ditolak mentah-mentah. Maka kasus itu kemudian bergulir ke Polres Tulungagung dengan mengusul pasal perzinahan. Maka PNS di RS ini benar-benar di ujung tanduk, kariernya sebagai abdi negara bakal tamat.

Makanya, jangan mau jadi abdi syahwat. (Gunarso TS)