JAKARTA –  Polda Metro Jaya meninta agar pemerintah melarang atau membatasi peredaran  rokok elektrik (Vape) setelah marak kasus Vape mengandung MDMA.
Hal itu disampaikan Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono

dalam ungkap kasus pengembangan mini lab atau pabrik rumahan Vape Narkoba di Jalan Janur Elok VII QH5, Kelurahan Kelapa Gading Barat, Kecamatan Kelapa Gading, Jakarta Utara, Kamis (8/11/2018) siang.

Argo menegaskan  hari ini pihaknya sudah menangkap sisa komplotan yang sebelumnya 11 orang dan kini 18 tersangka yang diamankan dari 12 tempat kejadian perkara (TKP) yang berbeda.

“Kami sudah tangkap DPO nya (meski ada beberapa DPO kurir yang mengantar). Rumah yang dijadikan mini lab ini adalah rumah kontrakan seharga Rp 140 juta per tahun dan baru beroperasi 8 bulan,” ujar Argo.

“Bahkan para tetangga tidak mengetahui aktifitas pembuatan narkoba di rumah ini. Vape elektrik ini operasi nya sangat rapi. Kita dari Polda Metro Jaya meminta agar aturan Vape Elektrik masuk bebas ke Indonesia ditinjau kembali peraturan nya. Bila perlu tidak diperbolehkan masuk ke Indonesia,” tambah Argo.

18 DPO

Kasubdit I Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, AKBP Jean Calvijn Simanjuntak menyebutkan secara garis besar dari 18 DPO memiliki peran nya masing-masing.

“Tiga tersangka pertama terkait pemesanan liquid mengandung narkotika via social media, 10 tersangka berperan terkait 3 lokasi, memproses memproduksi, meracik. Lokasi Apartemen Paladian berfungsi meracik dan mengemas produk yang dihasilkan,” ujar Calvin.

Botol-botol yg dikemas di Paladian di bawa ke Basuran untuk selanjutnya di kemas dengan kotak sesuai ukurannya masing-masing. Narkoba jenis Vape sudah beredar dan didistribusikan secara online di 48 kota

“Sudah berjalan 8 bulan disini (Kelapa Gading), di apartemen berkisar 2-3 bulan. Kita berhasil mengungkap siapa yang mengendalikan barang2 ini. 4 orang tersangka kita dapatkan dan tangkap di Rutan Cipinang. Tersangka perempuan merupakan istri dari otak pelaku yang menyiapkan dana, menyiapkan hal-hal teknis lainnya,” tambahnya.

Rutan Cipinang yang ikut melaksanakan serah terima tahanan menyebutkan rutan Cipinang ditempati 4.334 orang dan penjaga hanya 20 orang. Hadir pula dalam kegiatan tersebut pihak dari Labfor Mabes Polri. (yahya/tri)