BERAGAM cara dilakukan anggota Polri dalam memberikan pelayanan terhadap masyarakat. Salah satunya bergotong royong bersama masyarakat. Seperti yang dilakukan Aiptu Daryono, anggota Bhabinkamtibmas Polsek Teluknaga. Sebagai ujung tombak anggota Krops Bhyangkara dia kerap terlibat bersama masyarakat, entah itu membersihkan gorong-gorong atau memberikan penyuluhan Kamtibmas.

Seperti pekan lalu, Aiptu Daryono ikut berbaur dan bersibuk ria bersama warga membangun Mesjid Nurul Iman. Mesjid di Kampun Kebon Besar, Desa Kosambi Timur, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang dipugar. Selain tak lagi mampu menampung jemaah, juga sebagian kerangkanya sudah mulai rapuh.

Meskipun tak diminta, suami Tabitha Gloriati ini tak segan mengotori kaos oblong seragam coklat kebanggaannya. Pria 50 tahun ini mendorong gerobak berisi pasir dan batu kerikil sejauh 700 meter ke lokasi pembangunan. Sengatan terik matahari dia abaikan demi pengabdian kepada masyarakat dan agamanya.

“Beramal tidak harus dengan uang, saat mampu dengan tenaga maka jadikanlah tenaga sebagai ladang ibadah,” kata bapak tiga anak ini kepada Pos Kota, kemarin.

Menurutnya, sifat gotong royong merupakan budaya asli bangsa Indonesia yang harus terus dilestarikan dan pertahankan. Sebagai Bhabinkamtibmas Kosambi Timur, Aiptu Daryono pun mengaku harus siap dan sigap membantu warganya.

BANTU POLRI

“Dari gotong royong ini timbul komunikasi erat antara polisi dan warga, selain sebagai wadah silahturahmi juga dapat memberikan kepercanyaaa masyarakat kepada aparat keamanan. Dengan kehadiran saya di tengah masyarakat, diharapkan akan muncul kesadaran masyarakat untuk membantu Polri dalam ikut serta menjaga lingkungannya masing-masing sehingga situasi yang aman dan kondusif dapat terwujud,” ungkapnya.

Aiptu Daryono menceritakan, dirinya sudah 25 tahun menjadi insan Bhayangkara. Sebelumnya, dia hanya anak petani asal Rembang, Jawa Tengah.

Menjadi anggota bersergam coklat-coklat adalah cita-citanya sejak SMP. “Berseragam Polri gagah dan wibawa. Apalagi saat mampu memberantas kejahatan dan memberikan rasa aman kepada masyarakat,” katanya.

Setelah tamat SMA, dia mendaftar sebagai anggota Polri di Jakarta pada tahun 1992. Dia diterima sebagai siswa calon bintara di SPN Lido, Bogor. Setahun kemudian dinyatakan lulus dengan pangkat Sersan Dua, kini Brigadir Dua.

Dia pun malang melintang di tugaskan di jajaran Polda Metro Jaya. Hingga akhirnya menjadi Bhabinkamtibmas di Desa Kosambi Timur.

DIAPRESIASI

“Sudah enam tahun saya bertugas di Desa Kosambi Timur. Suka-duka sebagai polisi sudah saya lalui dan lebih banyak suka ketimbang dukanya. Karena saya bisa dekat dan membantu warga,” ujar Aiptu Daryono.

Kedekatan dengan masyarakat dan kerap berkotor-kotor ria bergotong royong, membuat Aiptu Daryono diacungi jempol pimpinannya, Kapolsek Teluknaga, AKP Dedi Herdiana.

Bagaimana tidak, di tengah kesibukannya bekerja sebagai polisi, Aiptu Daryono menyempatkan waktunya kerja bhakti bersama warga. “Saya mengapresiasi Aiptu Daryono bersama mayarakat bergotong royong membangun mesjid. Mungkin jarang anggota mau melakukan pekerjaan kasar seperti dilakukan Aiptu Daryono,” ucap AKP Dedy bangga.

Semoga dedikasi Aiptu Daryono ini dapat menjadi contoh dan menular ke seluruh anggota Krops Bhyangakara. Tugas Poliri bukan hanya memberantas dan melindungi masyarakat dari kejahatan, tapi juga mengayomi dengan turun langsung ke tengah masyarakat. (imam/iw)