Jakarta - Angga Dwi Wahyu Prahesta tampil impresif di Asian Track Cycling Championship 2019. Dia mengantongi medali emas, perak, dan perunggu.

Di ajang pertama untuk memperebutkan poin Olimpiade 2020 nomor trek ini, Angga sukses bersaing dengan para pebalap lain dari 14 negara. Padahal ini kali pertama remaja 17 tahun itu turun di nomor trek dan ikut kejuaraan level Asia.

Dia meraih medali emas di nomor scratch, perunggu di poin race, dan perak di omnium.

"Sangat puas karena ini pertama kali ikut dan pertama kali juara Asia dan pertama kali lomba di 2019," kata Angga, di Velodrome, Rawamangun, Minggu (13/1/2019).

Angga mulanya berangkat dari nomor mountain bike. Pria asal Malang ini berhasil menyumbang medali perunggu di Asia Cup 2018 Malaysia.

Namun PB ISSI menilai Angga belum mampu maksimal terutama soal jumping. Dia kemudian dicoba untuk turun di nomor trek.

Kebetulan PB ISSI mendapat undangan untuk training camp ke India khusus nomor trek. PB ISSI seharusnya mengirim juara nasional nomor track, namun terhalang batas usia.

Federasi pun akhirnya mengirim Angga ke sana selama tiga pekan. ACC 2019 di Jakarta menjadi ujian pertamanya.

"Ya ini modal saya untuk ke depannya agar lebih baik lagi. Karena pebalap luar itu saya lihat mentalnya sama saja tapi memang mereka lebih berpengalaman. Jam terbang balapan mereka di Asia lebih banyak," dia menjelaskan.

"Saya yakin bisa lebih bersaing di nomor trek. Tinggal ke depannya lebih banyak balapan khusus treknya," ujarnya lagi.

Kepala Bidang Pembinaan Prestasi PB ISSI Sugeng Suhartono mengatakan Angga menjadi amunisi baru. Dia dinilai amat potensial.

"Bahannya bagus ya harapannya bisa bersaing dengan senior-seniornya ke depan. Karena nomor trek endurance banyak," kata Sugeng, terpisah.

"Pastinya dia akan kembali ke Malang dulu. Di sana dia masih PPLP dan event-ebent trek junior akan kami kirim. Tahun depan kemudian kami tingkatkan ke senior," lanjutnya. (mcy/raw)