PUASA wajib sebulan penuh, Kemino, 28, masih sanggup. Tapi puasa wanita karena istri sedang hamil tua, nyerah deh! Maka melihat ABG tetangga yang seksi, Kemino nggak tahan lagi. Gadis itu dipacari dan akhirnya hamil pula, eh…..malah ditinggal ke Jakarta segala. Begitu kembali langsung ditangkap polisi.

Meski istri sedang hamil tua, tak ada larangan suami untuk kumpul dengan istrinya. Namun demikian caranya harus hati-hati, iabarat bawa mobil harus main setengah kopling saja. Tapi karena awamnya pasangan, banyak istri  yang melarang suami “nyepuh” kata orang Yogya-Solo. Bila suami sama bloonnya, banyak suami yang “nyebrang” ke perempuan tetangga meski sangat beresiko.

Kemino warga  Tajinan, Kabupaten Malang, rupanya juga termasuk lelaki bloon yang nggak ketulungan itu. Sejak istri menolak melayani suami karena sedang hamil tua, dia tak mau main paksa, tapi malah cari pelampiasan ke gadis tetangga. Padahal mestinya, lebih baik diomeli bini, ketimbang diomeli orang sekampung.

Sebagai keluarga baru, Kemino sangat bahagia ketika istrinya mulai hamil. Berarti dia sebagai lelaki sangat normal, masih bisa berketurunan, sehingga tak perlu punah generasi Kemino mendatang. Yang menjadikan dia masgul bin kaget, sejak istrinya hamil 7 bulan, dia tak boleh lagi kumpul dengan istrinya. “Bisa mengganggu janin Mas, sabar dulu ya….”, kata istri Kemino minta pengertian.

Awalnya dia mau ngotot minta bisa masuk, tapi istri tetap menolak. Pusing dah Kemino. Kalau OSO ketum Hanura, ditolak KPU masukkan dirinya sebagai Caleg DPD, langsung gugat ke MA dan PTUN. Lha Kemino yang tak punya jabatan apa-apa, bagaimana mau gugat, dan ke mana pula? Mana mungkin pula istri dilaporkan ke Bawaslu, meski masalahnya tak jauh beda, soal “coblosan” pula.

Puasa Ramadan 30 hari Kemino kuat. Tapi puasa wanita, mana tahaaaaan! Maka dia segera mengatasi masalah itu, meski caranya bertentangan dengan Kantor Pegadaian: mengatasi masalah tanpa jadi masalah. Soalnya diam-diam Kemino lalu memacari gadis tetangga desa. Ngakunya masih bujangan tingting, belum pernah tingkrang-tingkring,

Ternyata Sumiati, 16, percaya saja. Mereka pun pacaran secara mendalam dan luar dalam. Bukan di hotel, tapi di bawah pohon sengon yang rindang dan linduk (terhalang dedaunan). Sekali sukses, Kemino terus mengulang dan mengulang.

Resikonya tentu saja, beberapa bulan kemudian Sumiati hamil. Pusing dah Kemino sebagai lelaki. Di rumah pusing biaya persalinan istri yang belum siap, di lur rumah Sumiati juga menuntut dinikahi. Akhirnya dia hanya bisa menjanjikan, entar-entar. Untuk melupakan tuntutan Sumiati, ABG itu diajak jalan-jalan ke Jakarta, nonton becak yang katanya mau dioperasikan lagi.

Hanya sehari di Ibukota, karena dananya menipis. Kembali di kampung lalu ditanya calon mertua tentang kesiapannya untuk menikahi, eh…..Kemino malah kabur. Tentu saja orangtua Sumiati jadi marah, anak muda bajul buntung itu dilaporkan ke polisi dan ditangkap. Dalam pemeriksaan mengakui, terpaksa hamili gadis ABG karena sejak istri hamil tua dilarang kumpul lagi.

Ya kumpul-kumpul sama teman saja, kan jadi lupa. (*/Gunarso TS)