LELAKI cap apapun pasti marah. Sudah lama Ridwan, 33, kangen istri karena beda tempat tugas. Saat istri kasih kabar mau kembali ke Lampung, ternyata tak sampai rumah. Usut punya usut, Ny. Nurul, 33, malah kelonan di hotel bersama lelaki lain. Tentu saja Ridwan marah besar dan urusan sampai polisi.

Kalau bisa suami istri harus manunggal satu atap dan satu ranjang. Tapi karena tuntutan tugas suami banyak yang harus berpisah lama dengan istri. Jelas konsekuensinya macam-macam. Tak hanya membagi dapur jadi dua, dua-duanya harus banyak melakukan puasa “sunat”. Puasa wajib di bulan Ramadan banyak yang betah, tapi puasa “sunat” jauh dari pasangan berbulan-bulan, banyak yang imannya gugur.

Pasangan suami istri Nurul-Ridwan dari Banjaragung Kabupaten Tulangbawang (Lampung) ini masih muda. Tapi keduanya harus sering berpisah, karena pekerjaan Nurul menjadi babysiter di Jambi. Dia hanya pulang 3 bulan sekali, dalam rangka jemput bola. Bola siapa? Ya tentunya bola suami bukan bola basket atau voley.

Ternyata di sini loyalitas suami pada keluarga lebih menonjol. Sebab selama di Jambi Nurul punya gebedan baru. Karenanya, meski di Lampung suami banyak “puasa” di Jambi dia sudah biasa “buka”. Maksudnya, buka-bukaan bersama PIL-nya.

Belum lama ini Nurul SMS Ridwan bahwa akan segera pulang ke Lampung. Tapi sudah lebih dari sehari kok belum nyampai? Nyasar ke mana? Jangan-jangan dimakan gendruwo. Tapi mana ada gendruwo openan sama babysiter, sebab sekarang gendruwo dan sontoloyo baru sibuk kampanye Pilpres.

Tiba-tiba Ridwan dapat kabar bahwa terlihat Nurul masuk hotel di Tulangbawang. Buruan dia mengecek ke sana, ternyata di daftar tamu memang ada nama isrtrinya, tapi kok bersama lelaki lain? Begitu digerebek, memang benar di kamar Nurul sedang kelonan dengan PIL-nya. Langsung saja Ridwan lapor polisi. Gendakan Nurul pun diperiksa.

Atas tuduhan menyerobot aset nasional? (Gunarso TS)