JAKARTA – Partai politik yang memiliki capres saat ini, yakni PDIP dan Gerindra, sangat diuntungkan dalam Pemilu legislatif (Pileg) 2019. Kedua parpol terdongkrak perolehan suaranya karena punya capres

Hal itu disampaikan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), saat pidato pembukaan pembekalan caleg Partai Demokrat, di Jakarta, Sabtu (10/11/2018).

“Survei membuktikan saat ini membuktikan bahwa partai politik yang punya capres sangat diuntungkan. Contohnya PDIP dengan Pak Jokowi sebagai capres kader partai itu dan Gerindra dengan Pak Prabowo sebagai capres kader Gerindra,” kata SBY.

Mantan Presiden RI itu mengatakan suara kedua partai itu meningkat tajam dibanding pemilu sebelumnya. Kondisi sebaliknya terjadi pada partai-partai yang tak punya capres.

“Suara kedua partai politik itu meningkat tajam. Sebaliknya, partai politik yang tidak punya capres dan cawapres suaranya menurun. Anjlok. Itu realitas,” ujarnya.

Menurut SBY, hal itu disebabkan sistem penghitungan suara saat ini menggunakan metode sainte lague. Metode sainte lague adalah metode nilai rata-rata tertinggi yang digunakan untuk menentukan jumlah kursi yang telah diraih dalam suatu pemilihan umum.

“Dengan sistem penghitungan suara yang baru, sainte lague, kembali kemungkinan perolehan PDIP bersama Pak Jokowi dan Gerindra bersama Pak Prabowo juga makin diuntungkan. Itu juga tercermin dari survei saat ini. Itu juga realitas,” imbuhnya.

Dia juga menyinggung aturan presidential threshold (PT) atau ambang batas pencapresan. Dia berpendapat aturan itu keliru karena dianggap tak memajukan kader partai.

“Dengan PT 20 persen, yang mengacu hasil suara pemilu lima tahun yang lalu, Partai Demokrat tetap berpendapat bahwa UU itu keliru karena seharusnya kalau pemilunya serentak, PT harus 0 persen, sehingga dengan PT 20 persen itu menggunakan suara lima tahun lalu kemungkinan partai-partai yang lebih kecil untuk memajukan kadernya menjadi capres dan cawapres juga tertutup,” tandasnya. (*/win)