TRAGIS betul nasib Lina, 17, peserta didik SMA di Surabaya ini. Ke sekolah tiap hari naik taksi online biar tidak suk-sukan (berdesakan) di angkot, eh…..malah “diesuk” driver taksi online, Jasman, 27, sampai pojok ranjang. Orangtua Lina tentu saja tak terima, sehingga Jasman jadi urusan PN Surabaya secara tertutup.

Sebetulnya istilah murid lebih praktis dan jelas, tapi pakar di Kemendikbud menggantinya jadi “peserta didik”. Maka betul kata orang, pakar itu apa-apa dibuat sukar. Paling kacau saat penerimaan murid baru, istilahnya sekarang jadi PPDB. Orang awam menganggapnya singkatan: Petugas Pemberantasan Demam Berdarah, eh….. nggak tahunya itu bermakna: Penerimaan Peserta Didik Baru. Memang hebat para pakar kita.

Tapi paling hebat adalah Jasman, sopir taksi online di Surabaya. Dia bisa memanfaatkan profesinya untuk memplekotho (mengelabui) peserta didik SMA bernama Lina. Sebagai peserta didik kelas XII, penampilan Lina memang sudah enak dipandang, karena sudah memancarkan sinyal-sinyal birahi bagi kalangan lelaki.

Lina memang anak dari keluarga berpunya, sehingga ketimbang ke sekolah suk-sukan di angkot, tiap hari dia naik taksi online. Awalnya taksinya berganti-ganti, tapi ketika ketemu driver bernama Jasman, kemudian ada kesepakatan untuk selalu pakai taksi yang dikemudikannya, dengan ongkos lebih murah.

Lina mengiyakan saja. Sejak itu berangkat dan pulang sekolah dia selalu diantar dan dijemput Jasman. Mereka pun jadi akrab, dan sopir taksi ini mulai melancarkan kiat-kiatnya, bagaimana agar Lina jadi pacarnya. Awalnya diajak makan bakso, minum es cendol semua atas biaya Jasman. Setelah jinak, gadis peserta didik SMA itu dirayu-rayu agar mau melayani kebutuhan biologis.

Eh, ternyata Lina tak keberatan. Kali pertama diambil keperawanan Lina di jok belakang raksi itu. Lain hari di kamar hotel. Begitulah, setiap ada kesempatan keduanya bermesum ria, sampai-sampai Lina sering terlambat tiba di sekolah. Di sinilah kelakuan Lina mulai terkuak.

Pihak sekolah curiga, kenapa Lina terlambat melulu, bahkan kadang bolos, niru-niru anggota DPR di Jakarta. Dalam interogasi oleh Kepsek diperoleh pengakuan yang mengejutkan, ternyata peserta didik nan cantik itu dijadikan budak nafsu oleh driver taksi Jasman. Orangtuanya dilapori, dan kasus ini dilaporkan ke polisi. Kini Jasman diadili di PN Surabaya. Karena menyangkut pelanggaran susila, sidangnya berlangsung tertutup. Jasman kena pasal UU Perlindungan Anak.

Tapi perut Lina kok tak sampai melendung, ya? *(Gunarso TS)