JAKARTA – Semakin lama terendam, kondisi jenazah penumpang pesawat Lion Air PK LQP dengan nomor penerbangan JT 610 yang masih berada di perairan akan semakin kurang baik. DVI Commander, Kombes Pol. Lisda Cancer, mengaku hal ini memang memberikan sedikit kesulitan bagi tim Disaster Viction Identification (DVI) dalam mengidentifikasi penumpang.

“Jadi tentunya di hari yang ke-13, tentunya body part sudah mulai berkurang (kondisinya). Artinya akan akan memberikan sedikit kesulitan,” ujar Lisda di Gedung Sentra Visum dan Medikolegal RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Sabtu (10/11/2018).

Meski begitu, Ia meyakinkan kalau pihaknya akan tetap bekerja secara maksimal, agar bagian tubuh yang baru ditemukan diatas H+10 jatuhnya pesawat nahas tersebut, dapat teridentifikasi.

“Jadi nanti teknologi DNA nya yang akan bermain. Kalau misalnya nanti sampelnya tidak keluar, hasilnya sudah tidak bagus, hasilnya tidak keluar, akan diulang lagi prosesnya, dengan teknologi yang lain,” jelasnya.

“Maksudnya teknologi DNA yang lebih, yang prosesnya lebih panjang,” tambah Lisda.

Lebih lanjut, Vice Commender DVI Kombes Pol Triawan Marsudi menjelaskan, karena kondisi jenazah yang sudah tidak baik, sehingga waktu yang dibutuhkan untuk proses identifikasi pun menjadi lebih lama.

“Prinsip yang diutamakan adalah, masalah ketelitian dan kehati-hatian, ini perlu waktu, karena ini menyangkut individu,” terang Triawan.

Ia pun menegaskan, dalam proses identifikasi timnya tidak mengejar kecepatan namun ketelitian, agar proses identifikasi ini dapat berjalan secara optimal.

Diketahui, pesawat Boeing 737 MAX 8 yang dioperasikan oleh PT. Lion Mentari Airlines (Lion Air) sebagai penerbangan JT-610 dari Bandar Udara Internasional Soekarno Hatta, Jakarta menuju Bandar Udara Depati Amir, Pangkal Pinang, dinyatakan jatuh di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat, pada Senin (29/10/2018) pukul 10.00 WIB oleh BASARNAS.

Pesawat JT-610 ini berangkat dari Bandara Internasional Soekarno Hatta pukul 06.20 WIB, namun tak lama berselang, pukul 06.33 WIB pesawat tersebut hilang kontak dengan Jakarta Control. Di dalam pesawat tersebut terdapat 189 orang yang terdiri dari dua pilot, lima awak kabin, dan 181 penumpang. (cw2/mb)