KASIHAN banget kehidupan Syakur, 55, warga Sidoarjo (Jatim) ini. Gara-gara tampang miskin, dan memang miskin betulan, sampai tua tak berani menikah. Begitu kesepian dia, hobi Syakur kemudian meraba-raba gadis ABG. Pada perabaan dan peremasan yang ke-5, tukang pengantar air galonan itu ditangkap polisi.

Orang tidak menikah dinamakan wadat atau brahma carin dalam bahasa Sanskerta. Macam-macam penyebab orang tidak menikah. Bisa karena keyakinan agamanya, bisa karena sumpah sebagaimana Resi Bisma dalam perwayangan. Bisa pula kepepet gara-gara kemiskinan yang tak pernah meninggalkan dirinya. Ibarat tempe bacem, beli kontan tidak berani, tapi nithili (mengambil sedikir demi sedikit) kedelainya doyan banget.

Syakur warga Taman, Sidoarjo memang dikenal sebagai perjaka tua di kampungnya. Dia tak menikah sampai usia menjelang kepala 6. Apakah dia mau niru Resi Bisma dari Talkanda dalam kisah perwayangan? Bukan! Resi Bisma tak menikah karena untuk membuktikan bahwa tak ambisi tahta kerajan Ngastina, baik untuk dirinya maupun keturunannya. Gara-gara sumpahnya, ada tiga cewek cantik Ambika-Ambalika dan Ambiki dianggurkan saja!

Ini beda sekali dengan Syakur. Kalau ada yang menawarkan diri, sampai tiga gadis sekaligus, pasti diambil semua. Tapi mana ada gadis yang mau dengan dirinya? Sudah tampang miskin, miskin pula sesungguhnya. Padahal embah buyutnya, sangat terkenal kekayaannya karena takkan habis sampai 7 turunan. Celakanya, Syakur ini sudah turunan ke-8.

Sepanjang usianya Syakur tak pernah punya penghasilan tetap, pekerja serabutan. Terakir dan yang dijalani sekarang, menjadi tukang antar air galonan. Ini menjadikan ekonominya makin terpuruk, sehingga makin tidak berani menikah. Memangnya mau, anak istri setiap hari minum air galonan? Ya bisa kembung itu perut sekeluarga.

Tubuh boleh saja miskin sampai tulang sungsum, tapi sebagai lelaki normal “si otong” kan butuh penyaluran, sebagai perwujudan kebebasan berekspresi dan jati diri. Apakah Syakur kemudian suka “jajan” di luaran? Tentu saja tidak, karena itu juga dibutuhkan uang cash. Mana ada kaum penjaja cinta mau diutang atau malah dileasing.

Solusinya kemudian yang dianggap praktis dan ekonomis, hanyalah meraba-raba gadis ABG di kampungnya. Gadis itu diraba-raba, lalu setelah puas diberinya uang barang Rp 20.000,- Terakhir Syakur ngebet banget pada Dewi, 16, putri salah seorang langgananya.

Ketika medan sepi, Dewi diraba-raba, lalu senjata “Nenggala” milik Prabu Baladewa itu ditempelkan ke organ tunggal si ABG sampai klimaks. Tapi celaka 13, gadis ABG itu marah besar. Boro-boro mau menerima uang Rp 20.000,- diminta tidak buka mulut saja tidak bisa. Soalnya Syakur lalu dilaporkan ke orangtunya, dan diteruskan ke Polsek Taman.

Syakur ditangkap tanpa perlawanan. Dalam pemeriksaan dia mengakui bahwa selama hidup tidak menikah karena kemiskinannya. “Saya takut tak bisa kasih makan anak istri,” kata Syakur polos.

Banyak istri banyak rejeki, kalau satu saja tak punya, bagaimana rejeki Syakur bisa bertambah? (Gunarso Ts)